Buruh di Batam Tolak Usulan Pemko Naikkan UMK Sebesar 0,5 Persen.

UMK
Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kepulauan Riau dengan tegas menolak usulan dari Pemerintah Kota Batam yang mengusulkan kenaikan Upah Minimum Kota (UMK) tahun 2021 naik sebesar 0,5 persen atau setara dengan Rp 20.651.

Usulan dari Pemko Batam tersebut dinilai mengabaikan aturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia dalam menentukan Upah Minimum Kota (UMK).

“Pjs Wali Kota Batam Syamsul Bahrum dalam mengajukan usulan ke Gubernur Kepri mengabaikan peraturan perundang-undangan yang berlaku tentang UMK. Yang mana usulan tersebut tidak sesuai dengan PP Nomor 78 Tahun 2015 dan Permenaker Nomor 15 Tahun 2018,” ungkap Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kepulauan Riau, Saiful Badri di kantornya Ruko Mega Legenda, Batam Center, Rabu, 18 November 2020.

Dijelaskannya, jika seorang pejabat pemerintahan untuk mengatasi persoalan konkret UMK yang dihadapi dalam penyelenggaraan pemerintahan, mengambil keputusan dibuat dibawah Undang-Undang atau istilahnya diskresi, harus jelas landasannya.

“Landasan dia (Syamsul Bahrum) dalam mengajukan usulan ke Gubernur tak jelas dan mengabaikan perundang-undangan,” tegasnya.

Dikatakan Saiful, bahwa pihaknya heran atas rekomendasi yang diberikan oleh Pjs Walikota Batam, Syamsul Bahrum kepada Pjs Gubernur Kepri beberapa hari yang lewat untuk kenaikan UMK Batam hanya direkomendasikan sebesar 0,5 persen saja atau Rp 20.050.

Lanjutnya, hari ini semua buruh di Kota Batam melalui masing-masing aliansi diinstruksi untuk tidak melakukan demo terlebih dahulu, karena pihaknya dijanjikan untuk bertemu Pjs Gubernur Kepri, Bahtiar Baharuddin pada hari ini dan besok paling lambat.

“Tapi jika tidak ada informasinya untuk pertemuan dengan Pjs Gubernur Kepri itu, maka buruh akan langsung bergerak dan turun kejalan lagi,” tuturnya.

Sementara itu, Samdana Ginting dari SBSI Kota Batam yang juga dewan pengupahan Kota Batam mengatakan, kenaikan UMK Batam sesuai PP 78 tahun 2015 sebanyak 3,27 persen itu tidak lah besar, yakni cuma sekitar Rp 135.060 saja.

“Jadi jika kenaikannya 3,27 persen itu, maka nantinya pada tahun 2021 UMK Kota Batam sebesar Rp 4.265.339. Hitungan kenaikan 3,27 itu bukan hanya untuk di Batam saja, tapi itu adalah formulasi secara nasional,” pungkasnya.

loading...